Rabu, 18 Agustus 2010

Ngelamar Kerjaan

First of all, gue mau ngucapin Happy Independence Day yang ke 65 tahun untuk negara gue tercinta, Republik Indonesia!
Semoga Indonesia lebih maju, bisa menunjukkan eksistensinya di ranah internasional, dan rakyatnya hidup sejahtera semua, tanpa terkecuali! Amiiiiin

And now, here's my story...
Sebenernya ini cerita udah lama, yaa sekitar bulan Juni 2010 kemaren lah. Tapi entah kenapa, gue masih terkenang akan susah payah, duka, dan pahitnya nyari kerjaan di Ibukota. Walaupun kebanyakan sedihnya, tapi dibalik itu semua ada pengalaman unik bagi gue.


Yang PERTAMA, saat gue nyoba ngelamar di Ci**plex (sensor!).
Ini bener-bener yang pertama kalinya gue diinterview! Gue disuruh dateng jam 10 pagi dan disarankan untuk BERDANDAN! Buseeeeet, gue buta soal dandanan! MySpace
Walaupun gue ga tau apa-apa tentang make up, gue pun minta didandanin sama nyokap. Hasilnya? MEDOK abisss... Tapi yah, apa boleh buat? Daripada gue dandan sendiri dan hasilnya lebih 'wah'.
Akhirnya tepat pukul 10 gue tiba di kantor Ci**plex. And you know what? Ternyata cewek-cewek yang ngelamar kerjaan di sana pada berpakaian super modis plus dandanan yang lebih medok dari gue! Ya ampuuuuuun, kalo dibandingin, gue sama mereka kayak langit dan bumi.
Dan saat gue dipanggil untuk ditanya soal data pribadi, gue diomelin gara-gara pake kacamata.
Sial! Kenapa ga bilang kalo ga boleh pake kacamata? Kalo bilang dari awal kan gue bisa pake softlens! Finally, gue mesti melepas kacamata gue dan berpusing-pusing ria karena gue jadi 'buta' mendadak.
Setelah ditanya data pribadi, gue diukur tinggi dan berat badan, Pedemeter gue kembali naik. Gimana nggak? Tinggi gue 166cm (sebenernya tinggi gue 169, tapi ga tau kenapa pas diukur disana, tinggi gue jadi menyusut 3cm) dan berat 51,5 kg dianggap sangaaaat proporsional dan memenuhi syarat!
Tapiiiiiiiiiii gue harus bersabar lagi karena masih ada satu sesi, yaitu interview.
Do you know? Gue mesti nunggu 3,5 jam cuma buat ketemu sama orang yang meng-interview gue. Ngeselin amat nih orang.
Gimana nggak ngeselin? Udah nunggu lama-lama, ga tau nya gue mesti ngukur tinggi dan berat badan lagi. Dan kali ini, gue mesti ngukur sendiri di depan mata dia.
Masalahnya adalah, MATA gue ga bisa ngeliat dengan jelas (maklum, gue kan lepas kacamata dan ga pake softlens). Jadi, gue nggak tau meteran dan timbangan menunjukkan angka berapa. So, gue cuma jawab dari hasil pengukuran tadi pagi aja. Selesai interview, orang itu cuma bilang "Tunggu kabar seminggu lagi, ya!"
Hmm, perasaan gue udah ga enak nih. Soalnya, dari pengalaman temen-temen gue terdahulu, kalo orangnya udah ngomong "Tunggu kabar blablabla... " itu udah hampir 70% nggak keterima.
Dan bener aja. Jangankan seminggu, udah 3 bulanan ini ga ada kabarnya! MySpace
SABAR NURI, SABAR... Ini baru pengalaman pertama

Yang KEDUA, gue nyoba ngelamar di Piz** Hu* (sensor lagi!). Ini yang paling berkesan buat gue.
Kali ini, gue ngelamar bareng temen gue, sebut saja MN. Gue sama MN disuruh interview bareng jam 1 siang di daerah Tebet. Jadilah kita berdua panas-panasan di jalan. Beruntung busway masih bisa diandalkan, walaupun kita naik busway cuma sampe Kampung Melayu.
Setibanya di Kampung Melayu, gue dan MN langsung mencari angkot yang akan membawa kita berdua menuju tempat interview. Begitu sampai di Piz** Hu*, gue dan MN masih disuruh tunggu, bersama dengan 3 orang lainnya. Karena merasa dandanan kita udah ilang kena angin, panas, keringet, dan polusi, akhirnya kita berdua sibuk saling dandan-mendandani. Eits, nggak cuma gue dan MN aja yang dandan lagi, tapi 3 orang lainnya juga begitu. Sambil dandan, gue sama MN ngobrol.

Gue : "Eh, yang diinterview cuma 5 orang doang nih?"
MN :"Iya. Kayaknya sih gitu."
Gue : (memperhatikan 3 orang yang lagi sibuk dandan)
MN : "Tenang aja, katanya hari ini cuma dites tinggi sama berat badan aja kok!"
Gue : (ngeliat postur tubuh 3 orang itu. Agak pendek dan gemuk. Gue pun lega, mengingat tinggi dan berat badan gue yang lumayan proporsional). ---> somboooooong
MN : "Yah, kalo cuma gitu doang sih kita pasti lolos. Tapi semoga aja orangnya nggak nambah lagi." (mengingat kalo nambah orang, berarti nambah saingan)

Setelah selesai dandan, ternyata ada 2 orang lagi yang datang untuk interview. Dan lama-lama tambah banyak orang yang dateng. Ada kira-kira 20 orang. Dan cewek-ceweknya (sebangian) ada yang penampilannya gahoel abiezzz MySpace
Pedemeter gue pun agak menciut. Tapi beruntung, ada MN yang selalu meyakini bahwa gue pasti lolos.
Bener aja, setelah diukur tinggi dan berat badan, gue dan MN lolos. Kita berdua dan orang-orang lainnya yang lolos disuruh dateng ke Piz** Hu* di daerah Fatmawati jam 8.30 nggak boleh telat. Telat 5 meniti aja dinyatakan GUGUR!
Nah loh! Gue sama MN buta arah (apalagi daerah selatan Jakarta), belum lagi kita ga tau tempat interview (lebih tepatnya, CASTING) nya dimana. Puyeng nggak tuh?
Akhirnya, sehari sebelum interview, gue ditemani teman gue yang baik, meluncur ke daerah selatan buat survey tempat.

Esok harinya, gue dan MN berangkat jam 6 pagi supaya nggak kena macet atau ngantri di shelter busway. Namun ternyata takdir berkata lain. Gue dan MN juga mesti ambil bagian di antrian shelter busway. Dan inilah saat yang paling menyebalkan, yaitu ketika transjakarta datang.
Posisi gue dan MN pada saat itu ada di paling depan. Dan saat Transjakarta membuka pintunya, ada beberapa orang di belakang gue dan MN yang saling mendorong. Akibatnya, MN nyaris terjatuh. Tapi untungnya kaki gue dapat menginjak bibir pintu transjakarta. Akhirnya, dibantu sang penjaga pintu, gue menarik MN masuk ke dalam Bus Transjakarta. Legaaa, karena MN nggak jadi jatoh. Kita berdua pun sempat tertawa bersama. Tapiii

Penjaga Pintu Busway : "Abis ini pemberhentian langsung ke Pecenongan dan Kalideres. Yang mau ke Harmoni transit di Senen."
Gue dan MN kaget.
Gue : (baru sadar) "Mas, ini busway yang ke Kalideres ya?"
Penjaga Pintu Busway : "Iya, Mbak."
MN : (melotot ke gue) "Lha, trus kita gimana?"
Penjaga Pintu Busway : "Emangnya mbak mau kemana?"
MN : "Harmoni."
Penjaga Pintu Busway : "Kalo gitu mbak transit aja di Senen. Nanti naik busway blablabla..."
(Iya mas, gue uda tau...)

Gue dan MN lalu terdampar di Senen. Jam sudah menunjukkan pukul 6.45 tapi Busway yang ke arah Harmoni belum juga muncul. Sekalinya muncul, antriannya panjang bangeeeet! Akhirnya gue dan MN memutuskan untuk naik busway yang ke arah PGC , lalu transit di Matraman, baru nyambung yang ke Harmoni. Hadehh, mau nyari kerjaan aja sampe muter-muter Jakarta dulu.
Setelah di jalan menuju Matraman, MN teringat kalo jam segini, antrian di shelter Matraman jauuuuuh lebih panjang daripada di Senen tadi. Finally, kita berdua turun di Shelter sebelum Salemba UI (gue lupa nama shelternya). Dari situ (niatnya) kita mau naik Bus Kota yang ke arah Blok M. Tapi lagi-lagi cobaan datang menerpa gue dan MN.
Bus Kota yang tadinya adem ayem ngetem di deket shelter tempat gue dan MN turun, malah tancap gas menembus kemacetan jalan raya! Alhasil, gue dan MN mesti ngejar bus itu sampe ke depan Salemba UI. Tapi tetep ga terkejar. MySpace
Untungnya, beberapa saat kemudian, Bus Kota lain (dengan jurusan yang sama) datang. Gue dan MN lalu neik ke dalam Bus Kota yang masih sepi penumpang itu. Tapi nggak taunya, Bus yang kita tumpangi malah ngetem dulu! Aduh, jam saat itu sudah menunjukkan pukul 7.15. Gue dan MN makin panik.
Syukurlah, jalan daerah Sudirman lancaaaar. Jadi, kita bisa sampe di Blok M sekitar jam 8.00. Tapiii (lagi-lagi) cobaan datang menghampiri.
Karena takut nyasar, gue dan MN turun di depan kantor ASEAN. Setelah itu, kita bingung mau kemana dan naik apa? Jam juga sudah menunjukkan pukul 8.05!
Tanpa pikir panjang lagi, gue langsung memberhentikan taksi yang lewat. Di dalam taksi, gue dan MN membetulkan dandanan kita yang berantakan setelah perjalanan panjang tadi.
Hup! Gue dan MN tiba 3 menit lebih awal sebelum interview (casting) dimulai!

Kenapa disebutnya CASTING bukannya interview?
Karena di sini kita di tes jadi pelayan yang sesungguhnya, lengkap dengan kalimat-kalimat yang khas diucapkan oleh pelayan Piz** Hu* dan juga dilengkapi dengan alat peraga (buku-buku menu, meja, kursi, tamu)
Halah, halah..
Oke, pertama-tama dites tinggi dan berat badan lagi. Gue udah yakin lolos. Dan setelah itu, barulah tes yang sesungguhnya dimulai!
Awalnya gue ragu. Tapi gue kembali mengumpulkan kepedean gue.
Latihan pertama, seniornya komentar "suaranya kurang kenceng..." (aduh mbak, ini suara saya udah pol!)
Latihan kedua, "senyumnya kurang lebar..." (ya ampun, ini senyuman termanis saya lho, mbak!)
Dan akhirnya di latihan yang ketiga, yang merupakan penentuan, gue merasa sudah melakukan yang terbaik.
Namun ketika giliran MN casting, gue merasa kalo akting gue tadi kurang maksimal (maklum, gue bukan artis)

Benar saja. Ketika dipanggil nama orang yang lolos ke tahap selanjutnya,
eng ing eng........... nama gue NGGAK kesebut. Tapi nama MN disebut. And you know the reason? Itu karena senyuman gue yang katanya kurang lebar dan wajah gue terlihat kurang ramah!
Helloooooo, emangnya tampang gue se-SANGAR apa sih? MySpace
Agak kecewa. Tapi inilah kenyataan. Gue reflek memeluk MN. "Congrats yaa MN! I'm happy for you!"
MN nggak kalah kaget, "trus lo gimana?"
"Ya, mungkin gue kuliah dulu, atau nyari kerjaan lain."
GLEK! Kuliah?? Gue lalu teringat akan SNMPTN yang akan dilaksanakan besok harinya! Dan gue kembali stress, mengingat gue belom survey tempat ujian gue. Akhirnya, gue pamit pulang duluan. Sementara MN ikut bergabung dengan 4 orang yang lolos lainnya.

Hmm, kayaknya cukup sekian dulu ya. Gue tau, lo udah cukup pusing, bosen, atau terkantuk-kantuk membaca tulisan gue ini.MySpace
Next time, bakal gue ceritain lagi deh cerita gue yang menarik lainnya. Tapi jangan kapok baca tulisan gue ya!
See Youuuuuuuuuu MySpace

2 komentar (+add yours?)

Michael mengatakan...

Hai... salam kenal...
aku juga pnya pengalaman sama kyk kamu... masalah kacamata, mata aku lebih parah... udah minus 5...

aku gagal di medical check up, di hasil periksa mata...

aku terus berusaha tunjukin kalo pake kacamata itu ga cacat...

skrg Alhamdulillah aku da kerja di PertaMi**

Semangat ya... janagn jadikan n kekurang kita jadi penghambat buat kemajuan kita...

Mike

punyanuri mengatakan...

iya, banyak kok orang sukses yang pake kacamata. Presiden aja pake kecamata, hehe...
Thank you Mike :)

Poskan Komentar