Senin, 04 Oktober 2010

Lilin Harapan

Cerita ini saya dengar waktu menghadiri sebuah acara. Begitu mendengar cerita ini, saya jadi terharu dan tersentuh, sekaligus kembali bersemangat.
And here's the story...

Ada empat lilin menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi, sehingga terdengarlah percakapan mereka :

Yang pertama berkata ...
AKU ADALAH DAMAI, namun manusia tak pernah mampu menjagaku.
Maka lebih baik aku mematikan diriku saja!
Maka sedikit demi sedikit lilin itu padam.

Yang kedua berkata....
AKU ADALAH IMAN, sayang aku tak berguna lagi.
Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya lagi aku untuk tetap menyala.
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan rasa sedih, giliran lilin ketiga bicara ....
AKU ADALAH CINTA, tak mampu lagi manusia untuk tetap menyala dengan cinta.
Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna, mereka saling membenci, bahkan mereka membenci yang mencintainya, membenci keluarganya!
Tanpa menunggu waktu yang lama, maka matilah lilin ketiga.

Tanpa terduga....
Seorang anak masuk ke dalam kamar dan melihat tiga lilin telah padam.
karena takut akan kegelapan, maka ia berkata...
Ehh, apa yang terjadi? kalian harus tetap menyala, aku takut dalam kegelapan!
lalu ia menangis tersedu-sedu.

Dengan terharu lilin ke empat berkata....
Jangan takut, jangan menangis! Selama aku masih ada dan tetap menyala, kita akan tetap dapat menyalakan ke tiga lilin itu lagi, AKULAH HARAPAN !

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin HARAPAN, lalu menyalakan ke tiga lilin lainnya.


Makna dari cerita diatas tadi adalah apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita. Dan masing- masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai,Cinta dengan HARAPANnya!

apalagi disaat yang paling susah ataupun sedih, hanya harapan lah yg membuat kita merasa tetap hidup dan mampu tersenyum. Dan harapan itulah yang menjadi modal awal kita untuk berdiri.

Believe... there's a hope, even when we think we're hopeless!

0 komentar (+add yours?)

Poskan Komentar